Pendiri Kerajaan Samudra Pasai Dan Para Rajanya

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai Dan Para Rajanya

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai Dan Para Rajanya – Sejarah mencatat bahwa pulau Sumatera merupakan wilayah pertama yang menjadi awal masuknya ajaran islam di Indonesia. Agama islam berkembang pesat di Sumatera karena mampu mempengaruhi segala aspek kehidupan. Tak terkecuali kerajaan-kerajaan di wilayah Sumatera. Hingga akhirnya muncullah kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Samudra Pasai.

Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada tahun 1267 M yang didirikan oleh Meurah Silu sekaligus menjadi raja pertamanya. Berlokasi kurang lebih 17 km sebelah timur Lhoksumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.

Setelah menganut agama islam, raja Meurah Silu berganti nama menjadi Sultan Malik as-Shaleh. Berkuasa selama kurang lebih 30 tahun kemudian wafat pada 696 H atau 1297 M. Berikutnya  kerajaan dilanjutkan oleh raja-raja setelahnya. Dibawah ini adalah nama-nama raja yang pernah berkuasa di kerajaan Samudra Pasai.

  1. Sultan Malik as-Shaleh (1297 M)
  2. Sultan Muhammad Malik Zahir (1297-1326)
  3. Sultan Mahmud Malik Zahir (1346-1383)
  4. Sultan Zainal Abidin malik Zahir (1405-1412)
  5. Sultanah Nahrasiyah (1405-1412)
  6. Abu Zain Malik Zahir (1412)
  7. Mahmud Malik Zahir (1513-1524)

Saat kepemimpinan Sultan Shaleh, Samudra Pasai melebarkan hubungan antar kerajaan sampai ke negeri Cina. Hal ini juga disebutkan dalam sumber sejarah Dinasti Yuan. Sering terjadi pertemuan seperti yang tercantum dalam sumber tersebut bahwa pada tahun 1282 Sulaiman dan Syamsuddin selaku duta Samudra Pasai dikirimkan ke Cina untuk memberikan upeti.

Kemudian menurut sumber lain, Samudra Pasai juga menjalin hubungan dengan India. Tak hanya itu kerajaan Malaka juga memiliki hubungan erat dengan Samudra Pasai. Hal itu diperkuat dengan adanya perkawinan.

Kerajaan Samudra Pasai mencapai puncak kejayaan pada awal abad ke-16. Pernyataan ini di kemukakan oleh Tom Pires. Kerajaan ini mengalami kemajuan di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, pemerintahaan, dan kehidupan sosial budaya. Berikut penjelasaanya:

A.  Bidang Politik

Pada tahun 1292 saat Samudra pasai dipimpin Sultan Shaleh, pernah didatangi oleh seorang musafir bernama Marcopolo dari Venetia (Italia). Dari cacatan perjalanan Marcopolo lah dapat di ketahui bahwa raja Samudra Pasai bergelar Sultan.

Selanjutnya masa kepemimpinan Sultan Ahmad yang bergelar Sultan Malik Zahir, Samudra Pasai berkembang pesat dan terus menjalin hubungan dengan kerajaan islam India dan Arab. Bahkan menurut catatan Ibnu Batutah seorang utusan dari kerajaan Delhi, diketahui bahwa istana kerajaan Samudra Pasai diatur secara India dan patihnya bergelar Amir.

B. Bidang Ekonomi

Melihat letak georafisnya yang berdekatan dengan selat Malaka, menjadikan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim. Kerajaan ini memiliki pengaruh kuat atas pelabuhan-pelabuhan sekitar seperti di Pidie, Perlak, dan lan-lain.

Selain itu karena letaknya yang strategis di jalur perdagangan, memudahkan masyarakatnya untuk meng-ekspor barang dagangan. Komoditi utamanya adalah lada, kapur barus, dan emas.

C. Bidang Pemerintahan

Sultan merupakan pimpinan tertinggi di kerajaan Samudra Pasai. Lalu dibawahnya terdapat beberapa jabatan seperti Mentri Besar (Perdana Mentri), seorang Bendahara, komandan Angkatan Laut yang bergelar Laksamana, sekertaris kerajaan, seorang Qadi atau kepala Mahkamah Agama, dan beberapa Syabandar yaitu orang yang mengawsi pedagang-pedagang asing.

Di Kerajaan Samudra Pasai juga terdapat orang alim yang menjabat posisi penting di pemerintahan.

  • Seri Kaya Saiyid Ghiyasyuddin, sebagai Perdana Menteri.
  • Saiyid Ali bin Ali Al Makaarani, sebagai Syaikhul Islam.
  • Saiyid Ali bin Ali Al Makaarani, sebagai Syaikhul Islam.

D. Bidang Sosial Budaya

Berkembangnya kerajaan Samudra Pasai juga diikuti dengan perkembangan karya tulis para seniman. Karena merupakan kerajaan Islam, para seniman berhasil memanfaatkan huruf Arab untuk menulis karya mereka dalam bahasa melayu. Dari sinilah bahasa Jawi berasal. Hurufnya disebut dengan Arab Jawi. Sebagai contoh karya tulisnya yaitu Hikayat Raja Pasal (HRP) yang diperkirakan ditulis pada tahun 1360 M.

Lalu juga berkembang ilmu tasawuf. Buku tasawuf yang terkenal pada masa itu adalah Durru Al-Manzum karya maulana Abu Ishak. Kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Melayu.

Baca juga : 3 Teori Masuknya Islam di Indonesia Menurut para Tokoh

Gimana penjelasan mengenai Kerajaan Samudra Pasai kali ini teman-teman? semoga dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai Kerajaan Samudra Pasai yaaa,, Tunggu artikel kita selanjutnya mengenai kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia tercinta ya teman-teman ujungilmu. Pendiri Kerajaan Samudra Pasai Dan Para Rajanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *