Apa Saja Metode Perhitungan Pendapatan Nasional ?. Tahukah teman-teman keberhasilan ekonomi suatu negara bisa kita lihat melalui lima hal yaitu pendapatan nasionalnya, tingkat kesempatan kerja, tingkat harga barang, posisi neraca pembayaran luar negeri, dan pendapatan perkapitanya.
Dalam 5 hal tersebut masing-masing memiliki peranan penting untuk kemajuan perekonomian negara. Pada pembahasan kali ini kita akan mengupas tentang pendapatan nasional (National Income) atau produksi nasional (National Product).
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan masyarakat atau pemilik faktor produksi pada suatu negara dalam periode waktu tertentu. Biasanya menggunakan ukuran waktu 1 tahun.
Segala pendapatan atas balas jasa penyerahan faktor produksi merupakan pendapatan nasional. Hal itu bisa dilihat dari arus kegiatan ekonomi. Mulai dari rumah tangga konsumsi memberikan jasa kepada perusahaan dan mereka akan mendapatkan sewa sebagai balas jasa tanah, gaji dan upah sebagai balas jasa tenaga, dan bunga sebagai balas jasa modal.
Lalu bagaimana cara menghitung pendapatan nasional?. Pendapatan nasional dihitung berdasarkan data yang akurat di masyarakat. Ada tiga metode pendekatan untuk menghitung pendapatan nasional, antara lain sebagai berikut:
1. Pendapatan nasional dari pendekatan produksi (Product Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan cara mengumpulkan seluruh data tentang barang-barang dan jasa-jasa pada suatu periode tertentu serta semua unit produksi yang menghasilkan barang ataupun jasa. Jadi pada metode ini ditekankan pada nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun. Jenis barang dan jasanya adalah barang yang bisa langsung digunakan oleh konsumen seperti barang terakhir (Final Goods) dan barang jadi (Finished Goods).
2. Pendapatan nasional melalui pendekatan pendapatan (Income Approach)
Pada metode ini pendapatan nasional dihitung dengan cara mengumpulkan data pendapatan yang diperoleh oleh setiap rumah tangga keluarga (RTK). Yang termasuk pendapatan rumah tangga keluarga adalah berupa sewa, upah, gaji, bunga, dan laba usaha.
Selain dihitung dengan menggunakan cara pengumpulan data pendapatan nasional pada pendekatan pendapatan juga dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor produksi di suatu masyarakat selama kurun waktu 1 tahun.
3. Pendapatan nasional melalui pendekatan pengeluaran (Expenditure Approach)
Pada metode pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional dihitung menggunakan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu perekonomian, berbagai sektor konsumen, perusahaan dalam bentuk investasi, belanja pemerintah, dan sektor perdagangan luar negeri.
Selain menggunakan cara tersebut, pendapatan nasional pada pendekatan pengeluaran ini juga dapat dihitung menggunakan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran atau belanja masyarakat dalam waktu 1 tahun.
Baca juga : Daerah Penghasil Minyak Bumi di Berbagai Pulau Indonesia
Di Indonesia untuk menghitung pendapatan nasional menggunakan pendekatan produksi. Hal ini tercantum dalam buku Ekonomi Makro: Pendapatan Nasional. Oleh Endri Sentosa, S.E, M.M. data yang digunakan mencakup seluruh jumlah produksi sektor lapangan usaha seperti,
- Pertanian, peternakan, kehutanan, dan Perikanan;
- Pertambangan dan penggalian;
- Listrik, gas, dan air minum;
- Perdagangan;
- Bangunan dan sewa;
- Bank dan lembaga keuangan lainnya;
- Pengangkutan dan komunikasi;
- Industri pengolahan;
- Pemerintah dan pertahanan.
Pendapatan negara Indonesia tercatat pada 12 Desember 2023 sebesar Rp 2.553,2 triliun 103,66% dari target APBN sebesar Rp 2.463 triliun. Kemudian dibandingkan dengan target Perpres Nomor 75 Tahun 2023 yaitu sebesar Rp 2.637,2 triliun atau 96,8%.
Baik teman-teman tadi itu adalah penjelasan mengenai pengertian pendapatan nasional dan metode pendekatan untuk menghitung pendapatan nasional. Pada artikel berikutnya kami akan membahas lebih rinci cara menghitung pendapatan nasional. Sampai jumpa next artikel ya teman-teman… Apa Saja Metode Perhitungan Pendapatan Nasional ?