3 Nilai Sumpah Pemuda Pada Masa Kemerdekaan. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan puncak dari perjuangan untuk menggapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut pada mulanya dipelopori oleh kaum muda terpelajar yang membangkitkan jiwa nasional untuk kemerdekaan. Semangat nasionalisme ini dengan cepat meluas dan berkembang karena adanya surat kabar yang terbit dan menyebar di berbagai daerah.
Di dalam isi Sumpah Pemuda terdapat nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan berbangsa terutama untuk memperkuat jati diri ke indonesiaan. Berikut adalah nilai-nilai yang tercantum pada Sumpah Pemuda. Antara lain :
1. Politik Etis, terbukanya pintu pendidikan modern
Era politik etis dimulai pada awal abad ke-20 yang diusung oleh bangsa Belanda atau kolonial. Pimpinannya bernama Alexander W.F. Politik etis memiliki tiga program yaitu irigasi, edukasi, dan Transmigrasi. Berkat politik etis kebijakan politik negeri Belanda mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan munculnya simbol baru yaitu “kemajuan”.
Perubahan ini mulai dirasakan dengan adanya jalur kereta api Jawa-Madura dan infrastruktur yang lainnya. Pada bidang pertanian pemerintah kolonial Belanda membangun irigasi untuk memenuhi kebutuhan bertani. Kemudian pada bidang ketenagakerjaan pemerintah kolonial mengadakan untuk bekerja di perkebunan perkebunan daerah di Sumatera.
Berlanjut pada era kemajuan yang ditandai dengan adanya surat dari R.A. Kartini kepada sahabatnya yang bernama Ny. R.M. Abendanon di Belanda. Yang pada saat itu merupakan inspirasi bagi kaum etis. Pendidikan gaya barat mulai meluas dan dijadikan sebagai model pendidikan modern.
Munculnya pendidikan gaya barat memberikan peluang kepada masyarakat Hindia/Indonesia dalam hal mobilitas sosial. Dampak yang lainnya adalah muncul kelompok kecil intelektual bernama Bumiputera yang membangkitkan rasa bersaing dengan bangsa-bangsa lain untuk mencapai kemajuan. Dan tentu saja berkeinginan untuk menghapus kolonialisme Belanda.
2. Pers membawa kemajuan
Era ini juga terjadi pada awal abad ke-20 Di mana para priyayi menuangkan gagasannya melalui media cetak. Isu-isu yang dikembangkannya terkait segala aspek kehidupan mulai dari pendidikan, kesuksesan hidup, modernisasi, peradaban, ekonomi, budaya, dan politik. Pada zaman ini jumlah penerbitan surat kabar berbahasa Melayu mengalami peningkatan.
Pertumbuhan surat kabar semakin berkembang pesat karena adanya penerbit dari Tionghoa yang mulai masuk ke Hindia/Indonesia. Bumiputera juga ikut andil dalam perkembangan ini. Mereka pada awalnya magang kepada jurnalis senior Indo dan Tionghoa. Setelah itu Bumiputera mendirikan penerbitan surat kabar yang bernama R.M. Tirtoadisuryo, F.D.J Pangemanan, dan R.M. Tumenggung Kusuma Utajaya. Sebagai redaktur Ilmoe Tani, Kabar Perniagaan p, dan Pewarta Prijaji. Berlokasi di Batavia.
Kemunculan media cetak di atas mendorong lahirnya sejumlah jurnalis Bumiputera lainnya seperti R. Tirtodanudja R. Mohammad Jusuf.
Baca juga : Penjelasan tentang Paham Kebangsaan dan Nasionalisme
3. Bangkitnya nasionalisme
Paham nasionalisme masuk di Indonesia pada awal abad ke-20. Pada masa ini mulai Banyak kaum terpelajar yang sudah memiliki paham tersebut untuk menggelorakan kemerdekaan. Pemikiran yang rasional serta diimbangi dengan wawasan yang luas memperlancar perkembangan paham-paham baru di Indonesia. Paham tersebut menciptakan kesadaran berbangsa, bangsa Indonesia.
Selain itu kesadaran nasional juga didorong oleh beberapa peristiwa dunia seperti Gerakan Turki Muda, Revolusi Cina, Gerakan Nasional India dan Filipina.
Pada awal pergerakan kebangsaan di masa ini tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908 muncul organisasi Budi Utomo yang bersifat Sosio-kultural yang didirikan oleh Sutomo, Gunawan, dan Wahidin Sudirohusodo. Yang memiliki tujuan membantu Bumiputera dalam menempuh pendidikan yang terkendala dengan dana.
Setelah itu muncul organisasi-organisasi lainnya seperti Serikat Islam (SI), Serikat Dagang Islam (SDI), Indiche Partij (IP). Organisasi-organisasi tersebut berdiri antara tahun 1909-1912. Lalu disusul dengan berdirinya muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Demikian teman-teman penjelasan secara singkat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan teman-teman semua ya. . 3 Nilai Sumpah Pemuda Pada Masa Kemerdekaan.